5 Teknik Mengendalikan Emosi Saat Mendisiplinkan Anak Halaman All

5 Teknik Mengendalikan Emosi Saat Mendisiplinkan Anak Halaman All

Tenang, simak berbagai suggestions membangunkan anak sahur berikut ini. “Ketika kita tidak mau bersusah payah mendidik dan mengasuh anak sejak kecil, kelak mereka akan menyusahkan saat kita tua nanti.” Anak di atas 5 tahun harus sudah dikenalkan dengan konsekuensi.

Berbagai dampak negatif dari pola asuh ayah yang kerap memarahi anak ini dapat terbawa hingga anak besar dan menjadi dewasa kelak. Bahayanya, ada kecenderungan anak akan melakukan hal yang sama kelak saat mendidik anaknya. Itulah sebabnya, kebiasaan marah harus dihindari oleh ayah sejak dini untuk memutus mata rantai ini. Membentak akan membuat anak tidak mau mendengarkan orangtua.Saat membentak, orangtua sebenarnya sedang mengaktifkan salah satu bagian pada otak anak yang berfungsi untuk pertahanan dan perlawanan. Ketika anak mendengar bentakan, ia akan ketakutan, melawan orangtua, atau justru kabur.

Saat perhatian anak sudah kita dapatkan, baru kita sampaikan pesan yang ingin kita berikan pada anak. Liputan6.com, Jakarta Orangtua pasti pernah merasa sangat marah sampai seolah akan murka akibat ulah anak-anaknya. Dan, usaha mengendalikan rasa marah ini bukanlah perkara mudah. Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Namun, jika Anda merasa kesulitan mengajari anak Anda khususnya di materi bahasa Inggris, Anda bisa mengajak anak Anda untuk belajar di Cakap Kids.

Pastikan Anda menggunakan semua trik dan “senjata” yang ada untuk memastikan, mimik pahit itu tak lagi ada di wajah anak. Dan rasa tidak nyaman akibat rasa bersalah itu tak lagi menyertai Anda. Kalau Anda sedang beruntung, hal ini bisa bikin anak berhenti bikin ulah. Tapi seringnya, mereka akan melawan balik dan bilang, “Aku juga marah,” atau, “Enggak, Ibu ENGGAK BOLEH marah.” (argumen ini biasanya dilontarkan oleh anak-anak yang lebih kecil). Beri mereka perhatian yang secukupnya tetapi tetap tegas saat mereka melakukan kesalahan atau tidak mau mendengarkan nasihat Anda.

Saat kita mengalami hari atau keadaan yang melelahkan, menyebalkan, dan bertemu dengan orang-orang yang tidak menyenangkan, sangat wajar jika kita jadi merasa kesal dan jengkel. Kita menjadi lebih sensitif dan mudah terpancing akan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu terlalu kita risaukan. Respon ini merupakan respon yang wajar ketika kita menjadi lebih sensitif, marah, dan kesal setelah mengalami suatu hal yang buruk. Respon yang tidak wajar ini dapat mengarah pada Intermittent Explosive Disorder. Lise Eliot seorang Profesor Neuroscience mengatakan bahwa bentakan atau suara yang keras pada anak dalam masa “Golden Age” akan merusak bahkan mematikan sel otak anak. Setiap orangtua pasti pernah merasa kesal atau marah dengan perbuatan anaknya.

Karena dampak negatif jika suka membentak anak, akan menghambat tumbuh kembang sang anak. Berikut adalah dampak negatif jika suka membentak anak, yang akan mempengaruhi tumbuh kembang pada anak. Akibat yang ditimbulkan selanjutnya yaitu anak akan sering melamun dan mudah depresi. Hal ini terjadi ketika mereka mendapat tekanan yang besar akibat sering dimarahi.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Maka dari itu, anak-anak di usia ini membutuhkan penghargaan, terutama dari lingkungan terdekatnya. Anak memiliki sifat pesimis, sering cemas, dan mudah putus asa. Anak akan dipenuhi rasa ketakutan, merasa tertekan, kurang berpendirian, dan mudah dipengaruhi oleh orang lain. Membangunkan anak sahur di bulan puasa memang jadi tantangan tersendiri.

Biasanya kalau shalat saja, setelah selesai salam dia langsung pergi, tanpa mau berdzikir ataupun berda terlebih dahulu. Dia juga jarang sekali membaca al-Qur`an, bahkan –bisa dikatakan- tidak pernah. Mudah-mudahan Pak Ustadz bisa membantu kesulitan keluarga kami. Ingat, yang bakal dibicarakan yakni dalam rangka mencari jalan keluar, bukanlah untuk menambahkan kericuhan. Jika suami berbuat salah atau salah, Jadi telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tidak membentak , dan tidak juga menyinggung perasaannya.

Orang tua memiliki pengaruh yang paling besar dalam tumbuh dan berkembangnya sifat dan perilaku anak. Sejak lahir, orang tualah yang selalu menemani dan mengasuh anaknya hingga tumbuh dewasa. Samantha melanjutkan, yang perlu sangat dihindari saat orang tua marah adalah berbalas marah. Artinya, perilaku marah dengan bicara berteriak, mencubit atau bahkan memukul. Hal itu juga bisa disebabkan karena sikap pilih kasih orangtua Anda atau juga kelalaian mereka untuk memberikan pendidikan agama kepadanya.

Comments are closed.