Begini, Cara Melatih Kesabaran Anak

Begini, Cara Melatih Kesabaran Anak

DokterSehat.Com– Kesabaran merupakan salah satu sikap yang perlu ditumbuhkan pada anak-anak. Kemampuan untuk menahan diri agar tidak emosi dibutuhkan untuk bersosialisasi ketika kelak anak dewasa. Kadang kala anak tidak sabar saat mengerjakan sesuatu seperti menyusun balok, mewarnai, dsb. Maka ayah bunda harus mengajarkan ananda bersabar dalam proses mengerjakan sesuatu. Sebisa mungkin paksakan diri untuk mengucapkan kata-kata positif untuk menegur ketika si kecil sedang menunjukkan tingkah laku yang menyebalkan. Awalnya pasti akan sangat sulit dilakukan, tetapi jika dibiasakan pasti akan dapat membantu orangtua untuk menjadi lebih sabar dan tenang dalam menghadapi anak-anak.

Berpartisipasi dalam kegiatan kelompok dan bermain permainan yang melibatkan urutan seperti monopoli, ular tangga dan permainan lainnya akan mengajarkan mereka untuk menunggu giliran mereka. Memanggang kue dan menanam bunga juga bisa membantu mereka untuk belajar pengendalian diri dan menunggu untuk mendapatkan hasil. Untuk menyelesaikan semua urusan hidup membutuhkan perilaku sabar yang berbeda. Walaupun demikian semua itu ada persamaannya yaitu bahwa sabar harus disertai tawakal.

Anak akan meresapi kata-kata ‘tunggu’ dan mencari cara atau aktivitas lain selama menunggu hingga akhirnya orangtuanya meresponsnya atau memenuhi permintaannya. Anak akan mereapi kata-kata tersebut dan mencari cara atau aktivitas lain selama menunggu hingga akhirnya sang orang tua menjawab permintaan atau pertanyaan si kecil. Sesuai dengan namanya, permainan edukasi merupakan sebuah bentuk permainan yang bukan hanya bisa menghibur, tapi juga membantu tumbuh kembang anak. Terdapat beragam jenis permainan edukasi yang bisa Moms dan Dads pilih sesuai dengan manfaat yang ingin dihadirkan.

Melatih kesabaran pada anak

Mengarahkan anak sesuai minat dan bakat memang butuh kepekaan orang tua. Tidak perlu terburu-buru, lakukan secara perlahan sambil pantau aktivitasnya. Charlotte Reznick, seorang psikolog pendidikan anak menyarankan untuk membuat aktivitas seru bersama anak yang sederhana, misalnya bermain balok susun atau bermain peran. Menghafalkan lirik ataupun ritme dalam sebuah lagu bukanlah sesuatu yang mudah, diperlukan waktu yang panjang dan terus berlatih untuk bisa menghafalkan lirik ataupun ritme dalam sebuah lagu.

Misalnya dengan melatih kesabaran anak saat meminta makanan. Orang tua bisa meminta mereka menahan selama dua menit sebelum orang tua membelikan makanan favoritnya. Menghadapi anak dengan perilaku yang bermacam-macam kadang membuat orang tua menjadi pusing. Ketika anak bertingkah laku lucu bisa membuat kita merasa senang, dan tertawa. Namun sebaliknya, ketika anak-anak menunjukkan sisi yang sulit diatur, maunya hanya mengikuti kemauannya sendiri, sudah pasti akan membuat orangtua “naik darah”. Bagaimana pun kelakukan si kecil, orangtua harus berusaha untuk tetap sabar dan tenang.

Permainan mengambil koin menggunakan dari dalam tumpukan terigu juga sebaiknya dihindari, Moms. Alasannya yang pertama, koin yang digunakan dalam permainan tersebut tidak higienis dan berisiko tertelan di mulut anak. Kedua, terigu yang digunakan juga bisa tertelan ataupun tersedak akibat terhirup karena masuk ke jalur pernapasan anak sehingga membuatnya kesulitan bernapas. Selain itu, terigu yang masuk ke mata anak juga berisiko membuat matanya iritasi bahkan hingga buta pada kasus yang parah.

Menggunakan media sosial hanya untuk show, efficiency, menyampaikan keluhan, menyebar berita yang belum terkonfirmasi, atau untuk kepuasan diri. Boneka dengan bahan karet lunak merupakan mainan edukasi bayi yang tepat diberikan saat bayi belum genap berusia 1 tahun. Boneka dengan bahan karet lunak bukan hanya bisa menstimulasi gerakan motorik bayi, tapi juga lebih aman untuk dimainkan sehari-hari. Bayi di bawah usia 1 tahun biasanya mulai gemar menggigit-gigit benda di sekitarnya. Karena itu, pastikan mainan yang Moms dan Dads pilih aman untuk si kecil. Saat bayi baru lahir, fungsi indra pengelihatannya belum sempurna.

Dengan begitu, anak akan terbiasa untuk tidak impulsif dan menggebu-gebu dalam melakukan suatu hal. Seperti yang pasti sudah Mommy ketahui, anak merupakan cerminan dari bagaimana orangtuanya bersikap dan berperilaku. Orangtua yang mencontohkan sifat sabar dan tenang juga akan membentuk anak yang penuh kesabaran. Saat harus mengantri atau menunggu pesanan makanan tiba, tunjukkanlah sikap yang sabar dan tenang. Bersabar juga tidak berarti seseorang hanya bisa berdiam diri dan menunggu. Tunjukkan bahwa ada banyak aktivitas seru dan menyenangkan yang bisa dilakukan saat menunggu seperti membaca atau bermain.

Comments are closed.