Harus Dimulai Sejak Dini, Ini Cara Melatih Kesabaran Anak

Harus Dimulai Sejak Dini, Ini Cara Melatih Kesabaran Anak

GenPI.co – Menjadi seorang ibu memang tugas yang mulia tetapi juga sulit untuk dijalankan. Peran ibu adalah ‘jantung keluarga’ dimana mereka memiliki peran hebat di dalamnya seperti mengurus suami, anak dan pekerjaan rumah lainnya. Jika anak Anda ditakdirkan memiliki kekurangan mental, terimalah dengan lapang dada. Begitu juga jika anak Anda ditakdirkan dengan kemampuan otak yang pas-pasan.

• Anak-anak Prancis punya hobi yang sama setiap weekend—bikin kue. Tanpa disadari, ini adalah latihan kesabaran yang amat efektif untuk anak. Bayangkan—mereka harus pelan-pelan menakar bahan, hati-hati memasukkan adonan ke dalam oven, lalu menunggu manis sampai kuenya matang. Setelah matang, mereka mendekor kue mereka dengan cermat. Ketika kue sudah jadi pun, biasanya anak-anak Prancis tidak diperbolehkan langsung mencaplok hasil baking-nya.

Untuk contoh penenaman sikap anak usia dini yang lain dapat dilihat melalui link tautan yang disediakan di bawah ini. Selain itu, orang tua bisa menggunakan permainan agar anak tetap punya sesuatu yang dilakukan selagi menunggu. Misalnya mengajak anak bermain tebak-tebakan sehingga anak bisa terhindar dari stress dan tantrum. Anak dengan usianya yang masih balita sedang berlatih dalam menggerakkan motorik-motorik halusnya. Saat ia bermain puzzle, anak secara otomatis akan berlatih untuk dapat mengatur antara gerakan matanya dan tangannya. Gerakan motorik halus seperti ini akan membantu meningkatkan ketrampilan anak yang lainnya, seperti kemampuan dalam hal menulis.

Ada orang di antara kita yang tidak pernah merasa menderita. Bahkan ia tidak menyeru Allah dalam kondisi yang meng-khawatirkannya. Orang seperti ini kalau berdoa tidak akan pernah khusyuk karena dirinya selalu merasa cukup. Dari cerita itu kita dapat menangkap bagaimana sang istri memperlakukan suami dengan sabar dan suami memperlakukan istri dengan sabar pula.

Misalkan ada makanan yang tersedia, tapi karena belum waktunya untuk makan mau tidak mau harus bisa menahan keinginan untuk makan, ujar dia. Beritahukan jadwal harian anak dan latih untuk melaksanakannya dengan rutin. Modifikasi pada jadwal harian bisa dilakukan jika dibutuhkan. Dengan pemberian jadwal harian ini anak menjadi lebih teratur untuk menggunakan tenaganya. Rutinitas pada jadwal yang ada juga membatasi anak untuk melakukan hal lain yang mungkin tidak sesuai. Anak hiperaktif perlu diberikan kasih sayang yang lebih agar dia percaya, merasa aman dan nyaman dengan orang tuanya dan mau mendengarkan kata kata orang tuanya.

Melatih kesabaran pada anak

Ungkapan atau sikap yang bernada putus asa harusnya dihindari. Sebaliknya, sifat yang pantang menyerah dan sabar harus ditunjukkan. Misalnya menghadapi anak yang enggan diajak mandi, maka orang tua harus mampu membujuk dan menkondisikan agar anak mau diajak mandi.

Cara ini merupakan cara sederhana yang bisa Mama lakukan untuk mengajari si Kecil kesabaran dengan cara yang menyenangkan. Kebiasaan sabar yang diajarkan sejak kecil ini akan berdampak baik kemudian hari. Seiring bertambahnya usia anak, Bunda dapat mendorong mereka untuk berlaku sabar untuk hal yang lebih besar.

Comments are closed.